Dani adalah seorang pakar keamanan siber, investigator forensik digital, dan praktisi hukum korporat senior asal Indonesia yang saat ini menjabat sebagai Partner di divisi Digital Forensics and Cyber Investigations pada perusahaan konsultan Triage.
Ia memiliki berbagai sertifikasi internasional seperti EnCE, CFCE, CCE, ACE, ACI, CHFI, CCO, CCPA, A+, Linux+ dan aktif menjadi saksi ahli serta trainer digital forensik. Dengan pengalaman lebih dari 20 tahun lintas sektor swasta dan publik, ia memiliki keahlian mendalam dalam sistem perangkat lunak, penanganan pelanggaran keamanan siber, serta mitigasi tindakan fraud (kecurangan). Kontribusi akademis dan edukasinya diwujudkan melalui penyelenggaraan program pelatihan reguler mengenai konsep forensik digital yang diselaraskan dengan koridor hukum nasional, seperti Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) serta Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
Pengalaman Sektor Swasta & Perbankan:
Sebelum bergabung dengan Triage pada tahun 2024, Dani memiliki rekam jejak yang luas di berbagai institusi korporat terkemuka, dengan pencapaian strategis meliputi:
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk: Memimpin tim forensik digital di bawah grup Chief Information Security Office (CISO). Ia sukses mengimplementasikan sistem manajemen mutu berbasis ISO/IEC 17025:2017, menyusun panduan identifikasi dan preservasi bukti digital berstandar ISO/IEC 27037, serta berhasil mendirikan Laboratorium Digital Forensics pertama di sektor perbankan Indonesia.
- Development Bank of Singapore (DBS): Berkarier sebagai spesialis IT di divisi operasional perbankan.
- Assegaf Hamzah & Partners (AHP): Bergabung dalam Fraud & Forensic Investigation Practice Group di firma hukum yang dipimpin oleh Bapak Chandra Hamzah. Bekerja bersama Sunaryadi, ia memelopori pendirian laboratorium forensik digital pertama di dalam struktur firma hukum di Indonesia.
Kontribusi Sektor Publik (KPK):
Di sektor publik, Dani mengasah kompetensi investigasinya selama sepuluh tahun mengabdi di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia. Selama masanya di lembaga antirasuah tersebut, ia dipercaya untuk memimpin berbagai tim di dalam divisi forensik digital KPK.
Salah satu pencapaian paling strategisnya di KPK adalah menginisiasi dan mendirikan proyek E-Discovery, merancang model alur kerja (workflow) untuk proses bisnis terkait, serta membangun sistem perencanaan khusus dan pengawasan prosedural untuk manajemen kasus (case management), manajemen penyimpanan data (storage management), hingga sistem pelaporan bukti digital demi mendukung transparansi hukum.