Imigrasi Indonesia Peringatkan Penipuan Melalui Kontak Alamat Google Maps
Translator
Editor
TEMPO.CO, Jakarta – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Bandara Soekarno-Hatta mengimbau masyarakat untuk mewaspadai nomor kontak Imigrasi palsu yang ditampilkan di halaman Google Maps-nya.
“Waspadalah terhadap nomor kontak palsu yang curang,” kata Kepala Teknologi Informasi dan Komunikasi Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta, Muhamad Iman Paski, kepada Tempo pada Senin, 12 Agustus 2024.
Iman menyarankan masyarakat untuk berhati-hati terhadap kasus
Sekretaris Direktorat Jenderal Imigrasi, Sandi Andaryadi, menyatakan bahwa nomor mencurigakan ini ditemukan ketika dilacak melalui aplikasi GetContact selama
Ketiadaan informasi valid tentang pemilik kontak semakin memperkuat kecurigaan adanya percobaan penipuan. Fitur Google My Business yang memungkinkan pengguna mengedit informasi bisnis diduga disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
“Kami akan menyurati Google untuk menghapus nomor tersebut dan meminta operator seluler untuk memblokir nomor itu,” kata Sandy.
Sandy, bersama dengan
“Selalu periksa ulang dan jangan mudah tertipu. Hubungi nomor resmi dan media sosial Direktorat Jenderal Imigrasi dan kantor-kantornya,” kata Sandy. Sandy mengatakan masyarakat dipersilakan untuk memanfaatkan fitur live chat di www.imigrasi.go.id dari Senin hingga Jumat dari pukul 09:00 hingga 15:00 waktu Jakarta.
Dapatkan Firm News langsung di email Anda
Jadi yang pertama tahu setiap kali kami menerbitkan update Firm News baru — tanpa spam, bisa berhenti kapan saja.
Artikel Terkait
Kejagung Serahkan Tersangka Korupsi Pengadaan Motor di BGN ke JPU
Tim Penyidik Jampidmil Kejaksaan Agung menyerahkan lima tersangka perkara dugaan korupsi pengadaan motor listrik di Badan Gizi Nasional (BGN) ke JPU.
Selengkapnya
OSINT dalam Jurnalisme Investigasi: Memanfaatkan Data Publik untuk Mengungkap Fakta Memanfaatkan Data Publik untuk Mengungkap Fakta
Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara kerja jurnalisme investigasi melalui pemanfaatan data terbuka atau Open Source Intelligence (OSINT).
Selengkapnya
BI Ungkap Kejahatan Siber Diproyeksi Rugikan Indonesia Rp 111 Triliun
BI memproyeksikan kerugian akibat serangan siber di RI mencapai setara Rp 111 triliun. BI terus mendorong penguatan infrastruktur dan keamanan digital.
Selengkapnya