KPK Investigasi Kasus Korupsi pada Layanan Notifikasi Perbankan
Jakarta (ANTARA) – Komisi Pemberantasan
“Kasus ini terkait dengan notifikasi yang disampaikan melalui SMS dan WhatsApp,” kata
Ia menjawab pertanyaan mengenai penerbitan surat perintah penyelidikan umum, yang telah dibuka tanpa menamai tersangka, terkait proyek di perusahaan tersebut.
Prasetyo sebelumnya hanya mengungkapkan bahwa lembaga anti-korupsi tersebut sedang menyelidiki pengadaan terkait
Menurut KPK, pengadaan tersebut diduga menyebabkan kerugian negara sebesar hampir dua triliun rupiah (US$107 juta).
Prasetyo mengatakan bahwa penyelidikan tersebut terkait dengan masalah yang terpisah dan tidak terkait dengan kasus sebelumnya yang ditangani oleh lembaga tersebut.
KPK juga menyelidiki dugaan korupsi dalam pengadaan mesin elektronika data capture (EDC) di bank, sebuah kasus yang pertama kali diumumkan pada 26 Juni 2025.
Pada 30 Juni 2025, lembaga tersebut mengatakan bahwa proyek pengadaan EDC bernilai 2,1 triliun rupiah (US$113 juta) dan menerapkan larangan perjalanan ke luar negeri selama enam bulan kepada 13 orang.
Orang-orang yang dilarang meninggalkan negara diidentifikasi dengan inisial sebagai CBH, IU, DS, MI, AJ, IS, AWS, IP, KS, EL, NI, RSK dan SRD.
KPK memperkirakan kerugian negara dalam kasus EDC sebesar sekitar 700 miliar rupiah (US$37 juta), setara dengan sekitar 30 persen dari nilai total proyek.
Pada 9 Juli 2025, KPK menamai lima orang sebagai tersangka dalam kasus tersebut.
Source :
Dapatkan Firm News langsung di email Anda
Jadi yang pertama tahu setiap kali kami menerbitkan update Firm News baru — tanpa spam, bisa berhenti kapan saja.
Artikel Terkait
Polisi libatkan ahli digital forensik usut pembunuhan siswi SMP Negeri 1 Nabire
Polres Nabire melibatkan ahli digital forensik untuk mengekstraksi data dari tiga telepon seluler sebagai bagian dari penyidikan kasus pembunuhan seorang siswi SMP.
Selengkapnya
Viral Ajakan Demo Agustus di Medsos, Polda Metro Bentuk Tim Khusus Ini
Polda Metro Jaya resmi membentuk Tim Preventive Strike guna melakukan mitigasi awal, deteksi dini, dan pemantauan narasi terkait ajakan demonstrasi di media …
Selengkapnya
Pengacara: Uang dan 74 Kg Emas Bukan Milik Febrie Adriansyah
Febrie Adriansyah, melalui pengacaranya Hotman Paris, dengan tegas menyangkal kepemilikan 74 kg emas dan jutaan dolar yang baru-baru ini disita dari sebuah …
Selengkapnya