KPK Minta Hukuman 8 Tahun untuk Mantan Bos Garuda
Jaksa dari Komisi Pemberantasan
Mereka juga meminta denda Rp 1 miliar dan ganti rugi $86 juta atas kerugian negara, seperti dilaporkan Antara.
KPK menuduh Emirsyah melanggar Pasal 2 (1) Undang-Undang Korupsi 2001, yang melarang pemberian keuntungan pribadi atau perusahaan melalui kerugian yang dialami negara.
Jaksa menyatakan Emirsyah menyerahkan rencana pengadaan pesawat rahasia perusahaan milik negara kepada Soetikno Soedarjo, yang kemudian memberikan rencana tersebut kepada produsen pesawat Kanada Bombardier.
KPK juga menuntut Emirsyah atas tuduhan terkait perubahan kapasitas pesawat dalam rencana pengadaan dari 70 menjadi 90 kursi tanpa memberitahu anggota dewan lainnya Garuda.
Emirsyah diduga berkonspirasi dengan Soetikno, mantan direktur utama perusahaan ritel terdiversifikasi PT Mugi Rekso Abadi yang juga menjabat sebagai
Maskapai penerbangan milik negara tersebut akhirnya membeli pesawat Bombardier CRJ-1000 dan ATR 72-600, meskipun pesawat-pesawat tersebut tidak memenuhi kebutuhan bisnis Garuda sebagai maskapai penerbangan penuh, yang dilaporkan menyebabkan kerugian negara $609 juta.
Dalam persidangan terpisah pada Kamis, jaksa meminta hukuman bagi konspirator Soetikno yang terdiri dari 6 tahun penjara, denda Rp 1 miliar, dan ganti rugi $1,7 juta dan 4,3 juta euro untuk perannya dalam kesepakatan pengadaan yang tidak jujur.
Persidangan korupsi terkait kesepakatan pengadaan ini adalah yang kedua untuk Emirsyah.
Emirsyah sebelumnya didakwa karena korupsi atas penerimaan suap beberapa kali yang totalnya Rp 49,3 miliar selama menjabat sebagai direktur utama Garuda dari 2005 hingga 2014.
Penuntutan Emirsyah datang tiga tahun setelah badan anti-korupsi mengeluarkan Surat Perintah
Tiga tahun kemudian pada Mei 2020, pengadilan korupsi memutuskan Emirsyah bersalah karena suap dan pencucian uang dan menjatuhkan hukuman 8 tahun penjara, yang lebih ringan dari hukuman 12 tahun penjara yang diminta jaksa KPK.
Soetikno juga diadili dan divonis bersalah dalam kaitannya dengan kasus korupsi yang sama, dan pengadilan menjatuhkan hukuman 6 tahun penjara karena suap dan membantu Emirsyah dalam pencucian uang. (Kuk)
Dapatkan Firm News langsung di email Anda
Jadi yang pertama tahu setiap kali kami menerbitkan update Firm News baru — tanpa spam, bisa berhenti kapan saja.
Artikel Terkait
Polisi libatkan ahli digital forensik usut pembunuhan siswi SMP Negeri 1 Nabire
Polres Nabire melibatkan ahli digital forensik untuk mengekstraksi data dari tiga telepon seluler sebagai bagian dari penyidikan kasus pembunuhan seorang siswi SMP.
Selengkapnya
Viral Ajakan Demo Agustus di Medsos, Polda Metro Bentuk Tim Khusus Ini
Polda Metro Jaya resmi membentuk Tim Preventive Strike guna melakukan mitigasi awal, deteksi dini, dan pemantauan narasi terkait ajakan demonstrasi di media …
Selengkapnya
Pengacara: Uang dan 74 Kg Emas Bukan Milik Febrie Adriansyah
Febrie Adriansyah, melalui pengacaranya Hotman Paris, dengan tegas menyangkal kepemilikan 74 kg emas dan jutaan dolar yang baru-baru ini disita dari sebuah …
Selengkapnya